Mobile Legends Hero - Hayabusa, melawannya sendirian = mati

Discussion in 'Strategi dan Tips and Trick' started by dotaku, Aug 23, 2017.

By dotaku on Aug 23, 2017 at 3:04 PM
  1. dotaku

    dotaku New Member

    Mobile Legends Hero - Hayabusa, melawannya sendirian = mati - Berlebihan? Sepertinya tidak. Saya punya alasan memberi judul postingan ini.[​IMG] Meskipun banyak yang bilang hero ini hobi nyampah, itu sebenarnya efek serangan dia yang bersifat multiple hit, sehingga dia punya kemungkinan paling tinggi untuk melakukan last hit.




    Role hero ini adalah assasin, kill as fast as you can.

    Spesialisasinya adalah charge (meskipun tidak terlalu jauh), dan burst damage. Burst damagenya berasal dari skill 3 atau ultimate-nya yang merupakan multiple hit. Dipadukan dengan equip critical rate, maka dia akan semakin perih.

    Pros:
    • Tidak terlalu khawatir dengan HP meskipun tidak membawa equip life steal,
    • Fast kill jika digunakan dengan tepat,
    • Bisa membunuh tanpa tergores sedikitpun,

    Cons:
    • Salah pemakaian berakibat cepat mati, seperti hero ber-role assasin lainnya (HP tipis),
    • Untuk memaksimalkan damage harus menunggu saat yang tepat,

    Tips
    • Jangan terlalu nafsu membunuh sebelum memiliki equip critical rate,
    • Hati-hati saat big war berlangsung, salah menggunakan ulti bisa membuat kalian jauh dari kawanan dan malah terkepung musuh.

    Skill
    [​IMG]

    Seperti biasa, saya menjelaskan skill dari perspektif saya berdasarkan deskripsi aslinya. Tujuannya, siapa tau bisa membuat yang belum paham menjadi paham dan mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki Hayabusa.

    [​IMG]

    Hayabusa memilki skill passive berupa heal apabila skill yang digunakannya mengenai musuh yang sama sebanyak 4 kali. Disandingkan dengan skill ulti miliknya, maka jadilah luar biasa.

    [​IMG]

    Skill 1 miliknya bertipe serangan, yaitu berupa 3 shuriken yang dilempar ke 3 arah berbeda. Musuh hanya bisa menerima 200% damage, artinya meskipun kalian mengenai musuh dengan ketiga shuriken, damage yang dikeluarkan hanya seperti terkena 2 shuriken. Akan tetapi, meski demikian akan ada efek tambahan berupa -50% mana cost untuk skill ini.

    [​IMG]

    Saat menggunakan skill 2, Hayabusa akan mengeluarkan 4 bayangan ke 4 penjuru. Jika kalian men-tap skill lagi, maka kalian akan berpindah posisi ke depan. Tap lagi, dan kalian akan berpindah posisi ke bayangan-bayangan yang ada berlawanan dengan arah jarum jam.
    Jika musuh terkena bayangan, maka akan terkena damage dan memperlambat pergerakannya dan bayangan tersebut akan menyatu dengan dirinya, sehingga ketika kalian men-tap skill ini lagi, maka kalian langsung berada di dekat musuh tersebut dan dia juga akan terkena damage lagi.

    "Kayak Hiraishin no jutsu punya Hokage keempat ya..."
    Cocok dikombinasikan dengan skill 1 karna jarak yang sangat dekat akan membuat kita dengan mudah mengenai musuh dengan 3 shuriken.

    [​IMG]

    Yang paling saya suka dari Hayabusa adalah ulti-nya ini. Untuk memaksimalkan damagenya kalian harus menyerang musuh yang sendirian. Karna jika disekitar musuh ada minion ataupun hero lain, maka hit yang dikeluarkan jadi sedikit. Sedangkan ketika menyerang musuh yang sendirian, hit yang diluncurkan oleh skill ini semakin banyak. Selain itu keuntungan lain menyerang musuh yang sendirian adalah peningkatan damage setiap hitnya, sebesar 5%. Anggap saja damage ulti kalian per hit adalah 100, maka di hit selanjutnya akan menjadi 105, dan selanjutnya menjadi 110.25, dan hit selanjutnya menjadi 115.7625. Begitulah kurang lebihnya.

    "Tau kah kamu? Ketika melakukan skill ulti, Hayabusa tidak bisa diserang bahkan oleh Turret sekalipun."
    Catatan: Latih mengarahkan skill 2, karna skill ini yang akan menjadi andalah kalian untuk mengejar musuh yang hampir kabur.


    Itulah dia ulasan saya mengenai Hayabusa. Apabila kalian ingin bertanya atau mengutarakan pendapat, silahkan sampaikan di kolom komentar ya.
     
    Iqiy86 and dimdim like this.

Comments

Discussion in 'Strategi dan Tips and Trick' started by dotaku, Aug 23, 2017.

Share This Page